Tugas Ilmu Sosial Dasar: Pemuda dan Sosialisasi
Pemuda dan Sosialisasi
Pemuda atau generasi muda selalu dikaitkan dengan masalah. Masalah
pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi
dalam hubungannya dengan generasi yang lebih tua. Masalah-masalah pemuda ini
disebakan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyusuan
diri dengan situasi yang baru dan timbulah harapan setiap pemuda karena akan
mempunyai masa depan yang baik daripada orang tuanya. Proses perubahan itu
terjadi secara lambat dan teratur (evolusi) Sebagian besar pemuda mengalami
pendidikan yang lebih daripada orang tuanya. Orang tua sebagai peer group yang
memberikan bimbingan, pengarahan, karena merupakan norma-norma masyarakat,
sehingga dapat dipergunakan dalam hidupnya. Banyak sekali masalah yang tidak
terpecahkan karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan
diuangkapkannya.
A. Pengertian Pemuda, Sosialisasi dan Bidang IT
• Pemuda
Pemuda
diidentikkan dengan kaum muda yang merupakan generasi bangsa, yang akan
menentukan perubahan-perubahan dimasa yang akan datang. Sebagai seorang
mahasiswa/mahasiswi kita adalah pemuda yang memiliki intelektual yang dapat
berpikir demi perubahan dan kemajuan negara ini. Telah kita ketahui bahwa
pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan
masalah nilai. hal ini merupakan pengertian idiologis dan kultural daripada
pengertian ini. Di dalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial
sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan
bangsanya karna pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang
menguasai pemuda akan menguasai masa depan.
Dalam
kehidupannya seorang pemuda dituntut dapat bersosialisasi dengan masyarakat
lainnya. Proses sosialisasi pemuda didefinisikan proses yang membantu individu
melalui belajar dan penyesuaian diri. Proses sosialisasi sebenarnya berawal
dari dalam keluarga. Melalui proses sosialisasi, individu (pemuda) akan
terwarna cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan proses
sosialisasi, individu menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku
ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya.Sesuai dengan pepatah lama
semakin banyak dilihat semakin banyak dirasa.
• Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses penanaman atau
transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke
generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai
teori mengenai peranan (role theory). Karena
dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh
individu.
Pemuda
memerlukan proses sosialisasi dengan lingkungan masyarakat, tapi apakah arti
dari proses sosialisasi yang di maksudkan ? dan apa tujuan dari proses
sosialisasi itu sendiri ?
• Proses
sosialisasi menurut Thomas Ford Hoult, adalah
proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai dengan standar yang
terdapat dalam kebudayaan masyarakatnya. Menurut R.S. Lazarus, proses
sosialisasi adalah proses akomodasi, dengan mana individu menghambat atau
mengubah impuls-impuls sesuai dengan tekanan lingkungan, dan mengembangkan
pola-pola nilai dan tingkah laku-tingkah laku yang baru yang sesuai dengan
kebudayaan masyarakat.
• Fungsi atau
Tujuan Proses Sosialisasi
Melalui proses
sosialisasi, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan
hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan
proses sosialisasi, seseorang menajdi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku
di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari
keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan
beradab. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk.
Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu
melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana cara
berpikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota
masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.
•Bidang IT
Menurut Warsita
Teknologi
informasi adalah sarana dan prasarana (hardware, software, dan useware)
sistem dan metode untuk memperoleh, mengirimkan, mengolah, menafsirkan,
menyimpan, mengorganisasikan, dan menggunakan data secara bermakna. Oleh karena
itu, teknologi informasi menyediakan begitu banyak kemudahan dalam mengelola
informasi dalam arti menyimpan, mengambil kembali, dan pemutahiran informasi.
Menurut
Wikipedia
Teknologi
informasi merupakan hasil rekayasa manusia terhadap penyampaian informasi dari
bagian pengirim ke penerima sehingga pengirman informasi tersebut akan lebih
cepat, lebih luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya.
B. Pemuda dan
Permasalahannya dengan Bidang IT
Teknologi informasi telah
menjadi industri yang utama dan mampu memenuhi kebutuhan yang paling pokok
dalam bidang ekonomi serta sumber-sumber daya utama lainnya. Teknologi komputer
telah melahirkan satelit komunikasi yang dapat digunakan untuk kepentingan
sarana telekomunikasi dan berbagai keperluan lainnya, termasuk untuk kepentingan
siaran radio dan televisi. Disamping itu telah muncul berbagai macam sistem
penyaluran informasi dengan memanfaatkan saluran pesawat telepon dan teknologi
komputer yang menghasilkan video-text, sehingga memungkinkan pemilik pesawat
telepon dapat memperoleh ribuan informasi langsung kapan dan dimanapun ia
berada. Pengembangan serat optik (fibre optic) telah
menghasilkan sistem televisi kabel dengan jangkauan hampir tidak terbatas.
Teknologi elektronika berkembang
sangat pesat, menyebabkan dapat diproduksinya bermacam-macam peralatan
komunikasi yang relatif murah dengan ukuran kecil, yang dapat dimanfaatkan
dengan mudah oleh masyarakat umum khusus nya pemuda yang sedang
gencar-gencarnya mencari jati diri, meluapkan rasa penasaran terhadap segala
hal juga sebagai sarana untuk menambah pengetahuan ; seperti komputer,
radio, pemutar
music, TV
ukuran saku, kamera video, video game dan berbagai peralatan lainnya yang
beberapa diantaranya menggabungkan berbagai fasilitas kedalam satu peralatan
multimedia berupa laptop dan handphone.
Perkembangan teknologi yang
sangat pesat memang memberikan banyak sekali dampak positif dalam berbagai hal
di kehidupan masyarakat khusus nya pemuda yang harus atau baru memulai
bersosialisasi, tetapi segala sesuatu pasti mempunyai 2 dampak, jika ada dampak
positif pasti ada pula dampak negatifnya.
Berikut
berbagai dampak atau permasalahan Pemuda dan Sosialisasi dalam bidang IT :
1)
Banyak yang menjadi pemuda anti sosial
2)
Memanfaatkan IT untuk mengakses konten yang salah di internet
3)
Menjadi anggota dan oknum cyber crime
Cara
Penanggulangan
1)
karena terlalu asyik dengan dunia yang dihadirkan dalam bidang teknologi, tak
sedikit pemuda yang terjerumus menjadi seorang yang anti sosial, tidak peduli
dengan lingkungan sekitarnya.
Cara penanggulangannya yaitu dapat
dicoba dengan diadakannya kegiatan-kegiatan positif di lingkungan masyarakat
yang harus memaksa melibatkan pemuda di
daerah sekitar dalam kepengurusannya, tentu dengan susunan acara yang tidak
membosankan agar menarik perhatian mereka untuk terlibat didalamnya Misal
diadakannya acara untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dengan
salah satu bentuk acaranya yaitu adanya lomba-lomba seperti sepak bola panjat
pinang dsb. dan ada juga kegiatan hiburan misal dengan pertunjukkan musik.
Dengan rencana susunan acara yang demikian, maka tentunya mereka lebih tertarik
dan semangat untuk ikut terlibat dalam kepengurusan acara tersebut.
2)
Kemudahan mengakses internet karena perkembangan dalam bidang IT memang sangat
membantu untuk mencari informasi misal, berita terkini, lowongan pekerjaan,
dll. Tetapi kemudahan akses itu malah banyak dimanfaatkan untuk mengakses
konten yang negatif atau salah, misal untuk mengakses fornografi. Sebagai
seorang pemuda yang tentunya sedang tingginya rasa penasaran, tinggi nya
keingin tauan dalam hal seperti itu, maka tak sedikit yang menyalurkan rasa
penasaran itu dengan mencari konten yang bersifat fornografi di internet.
Banyak nya ketersediaan konten tersebut karena banyaknya permintaan dari user.
Padahal tingkat bahaya nya cukup
serius yaitu banyaknya melihat konten seperti itu akan berdampak pada
perkembangan otak dan fikiran mereka menjadi rusak sehingga selalu negatif melihat
atau memandang pada hal-hal yang berbau fornografi.
Bahkan yang lebih berbahaya lagi
para remaja cenderung meniru untuk melakukan perekaman, penyebaran, dan akses
video-video porno.
Berikut
profil pornografi remaja yang dihimpun oleh gerakan JBDK:
–
500+ video porno dengan 100% berisi content lokal
–
90%nya dibuat pelajar/ mahasiswa, dengan kecenderungan pelaku semakin muda.
–
Merata sampai kepelosok, dengan modus ”eksperimental youth”.
–
Pemborosan. Contoh: 19,6 juta video mesum ME-YZ didownload dari youtube.com/ bulan di tahun 2006. jika biaya download minimal
Rp. 1000,- = 19,6 milyar.
Cara
penanggulangan masalah tersebut yang pertama yaitu pastinya dengan penguatan
Iman pada setiap diri pemuda dengan
meningkatkan berbagai ceramah/ tausyiahmengenai pandangan agama, gerakan
nasional, penyuluhan tentang sex, dan narkoba oleh lembaga-lembaga terkait,
seperti BKKBN dan LSM-LSM. Dapat juga melalui
sebuah usaha bersama, baik pemerintah, sekolah, masyarakat, pemuka agama, dan
orangtua. Pemerintah sebagai kekuatan terbesar dalam konteks penyelenggaraan
kehidupan bernegara dapat melakukan langkah antisipasi berupa memprioritaskan
konten yang ramah anak, pendidikan, pembelajaran, life skills, dll serta tidak
memberi tempat bagi industri pornografi.
Langkah antisipasi selanjutnya bagi
keluarga dengan tidak meniru berbagai aksi pornografi di rumah, memberikan
pengetahuan dan pemahaman sex sejak dini oleh bagi orangtua, komitmen/ tanggung
jawab terhadap fasilitas teknologi informasi, seperti handphone,komputer, dll.
Antisipasi lainnya dapat dilakukan
disekitar lingkungan (masyarakat, sekolah, dan warnet) dengan mengontrol warnet
sehat, yang komitmen pada kebijakan penggunaan media teknologi informasi.
Hal terpenting dalam upaya membendung
permasalahan diatas adalah kepada setiap pribadi agar menyadari berbagai
kegiatan produktif lainnya yang dapat dilakukan melalui media teknologi
informasi, tidak membuat berbagai rekaman yang mengandung unsur pornografi dan
pornoaksi, tidak menyebarkan, dan hapus jika ditemukan.
3) Menjadi anggota dan oknum cyber crime
Pengetahuan yang luas, banyak
nya ilmu yang sudah didapat, susah karena malasnya mencari pekerjaan, juga
rendahnya iman dan kesadaran pada pemuda yang terdidik atau yang otodidak
mempelajari ilmu IT dapat menjerumuskannya menjadi anggota dan oknum cyber
crime, karena tergiur pada penghasilan yang akan didapat, dengan melakukan
kecurangan yaitu membobol sistem milik orang atau perusahaan. Kejahatan ini
memang serius, karena akan sangat merugikan sebelah pihak. Di indonesia pun
sudah banyak yang menjadi korban cyber crime.
Cara penanggulangannya yaitu
a) Melindungi
Komputer
mengaplikasikan tiga program, yaitu antivirus,
antispyware, dan firewall. Fungsinya menjaga
perangkat komputer dari virus yang kian hari beragam jenisnya.
b) Melindungi
Identitas
Jangan sesekali memberitahukan identitas seperti nomor
rekening, nomor kartu penduduk, tanggal lahir dan lainnya. Karena hal tersebut
akan sangat mudah disalah gunakan oleh pelaku kejahatan internet hacker.
c) Selalu Up to Date
Cara dari para pelaku kejahatan saat melakukan aksinya
yaitu dengan melihat adanya celah-celah pada sistem komputer. Karena itu,
selalu lakukanlah update pada komputer.
d) Amankan E-mail
Salah satu jalan yang
paling mudah dan sering digunakan untuk menyerang adalah e-mail. Waspadalah
setiap kali Anda menerima e-mail.
e) Internet Firewall
Jaringan komputer yang
terhubung ke Internet perlu dilengkapi dengan internet Firewall. Internet
Firewall berfungsi untuk mencegah akses dari pihak luar ke sistem internal.
Dengan demikian data-data yang berada dalam jaringan komputer tidak dapat
diakses oleh pihak-pihak luar yang tidak bertanggung jawab. Firewall bekerja
dengan 2 cara: menggunakan filter dan proxy. Firewall filtermenyaring
komunikasi agar terjadi seperlunya saja, hanya aplikasi tertentu saja yang bisa
lewat dan hanya komputer dengan identitas tertentu saja yang bisa berhubungan.
Firewall proxy berarti mengizinkan pemakai dari dalam untukmengakses internet
seluas-luasnya, namun dari luar hanya dapat mengakses satu computer tertentu
saja.
f) Kriptografi
Kriptografi
adalah seni menyandikan data. Data yang akan dikirim disandikanterlebih dahulu
sebelum dikirim melalui internet. Di komputer tujuan, data tersebut
dikembalikan ke bentuk aslinya sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh
penerima. Data yang disandikan dimaksudkan agar apabila ada pihak-pihak yang
menyadap pengiriman data, pihak tersebut tidak dapat mengerti isi data yang
dikirim karena masih berupa kata sandi. Dengan demikian keamanan data dapat
dijaga. Ada dua proses yang terjadi dalam kriptografi, yaitu proses enkripsi
dan dekripsi. Proses enkripsi adalah proses mengubah data asli menjadi data
sandi, sedangkan proses dekripsi adalah proses megembalikan data sandi menjadi
data aslinya. Data aslin atau data yang akan disandikan disebut dengan plain
text, sedangkan data hasil penyadian disebut cipher text. Proses enkripsi
terjadi di komputer pengirim sebelum data tersebut dikirimkan, sedangkan proses
dekripsi terjadi di komputer penerima sesaat setelah data diterima sehingga si
penerima dapat mengerti data yang dikirim.
Daftar Pustaka
Thamrin Hasmirah, https://indomaterikuliah.blogspot.com/2015/03/pengertian-pemuda-ilmu-budaya-dasar.html
Suamidi, https://www.kompasiana.com/medyj6/57165ad17fafbd110baa7ae9/pengaruh-perkembangan-teknologi-di-kalangan-remaja
, 19 April 2016
www.gunadarma.ac.id

Komentar
Posting Komentar