Harry Potter VS Fantastic Beasts
Haloooo…..! kali ini saya akan membandingkan 2 buah film yang salah satunya merupakan film yang sangat tidak asing bagi sebagian orang, Kedua film ini bergenre fantasi yang mengangkat tema tentang dunia sihir. Yaitu “Harry Potter : Sorcerer's Stone” dan “Fantastic Beasts : The Crimes Of Grindelwald”. Okee langsung aja ke perbandingannya.
Harry Potter
Grafis yang dipertontonkan memang sangat menarik, namun ada kekurangan dari film series ini, pada saat pertandingan Quidditch pertama Harry Potter yang begitu sengit dan menegangkan, efek CGI dalam pertandingan ini terlihat kasar dan nggak rapi. Selain itu, nggak ada bayangan para pemain Quidditch, seolah-olah mereka bukan manusia.
Selain grafis yang cukup menakjubkan, film ini juga didukung oleh sound yang membuat emosi penonton naik turun ikut merasakan suasana dari film tersebut. film ini didominasi oleh sound tegang dan seperti penuh misteri yang sangat cocok dengan suasana dari film. Ditambah ketegangan dapat dengan jelas dirasakan jika mengingat bahwa karakter yang ada dalam film tersebut baru memasuki usia remaja.
Untuk keseluruhan grafis dan sound dari film ini sangat apik walaupun film ini dirilis pada tahun 2001, tapi grafis dan sound yang disuguhkan mendapat tempat tersediri di ingatan penonton.
Fantastic Beasts
Film fantastic beasts : The Crimes of Grindelwald ini dirilis pada tahun 2018 dengan scenario yang ditulis oleh J.K. Rowling, yang merupakan penulis novel Harry Potter. Film yang berada dibawah naungan Wanner Bros ini merupakan film sekuel dari film terdahulunya yaitu Fantastic Beasts 1 yang diceritakan bahwa Newt Scamander yang telah mengungkapkan dan berhasil menangkap Gellert Grindelwald sang penyihir jahat, tetapi penyihir itu berhasil kabur. Pada film ini, diceritakan bahwa Newt harus Kembali mengejar Gellert, petualangan Newt ini menguji persahabatannya. Dalam ujian tersebut segala rintangan, bahaya, dan juga ancaman baru yang harus dihadapi.
Pada film ini digambarkan Albus Dumbledore dalam versi remaja. Tak hanya Dumbledore, sosok Newt Scamander, Leta Lestrange, Gellert Grindelwald dan Sebastian juga muncul dalam versi remaja.
Hogwarts akan dimunculkan dalam scene flashback saat Newt Scamander masih menjadi salah satu murid di Hogwarts, sebelum ia akhirnya dikeluarkan dari sekolah lantaran penelitiannya mengenai mahkluk-mahkluk sihir dianggap membahayakan keselamatan manusia.
Jika dilihat dari segi grafis, film ini memang sangat menarik, pasalnya film menyajikan grafis yang sangat apik dan lebih hidup, penonton dibuat terkesan oleh grafis dari film ini. Film yang berlatar tempat di Paris ini menampilkan sisi mistik dari kota Paris. Film ini membuat kita seolah hidup berdampingan dengan kehidupan yang seperti dalam film.
Untuk sound yang digunakan juga sudah sangat mendukung, dimana ketegangan, suasana mistis digambarkan dengan jelas dan menarik. Film ini didominasi oleh mistis dan tegang. Film ini membuat Sebagian orang terutama penggemar Harry Potter penasaran.
Kesimpulan
Kedua Film dengan tema yang sama ini memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Jalan cerita yang disajikan juga cukup mirip karena memang kedua film tersebut bisa disebut cukup berkaitan. Jika dibandingkan dari segi grafis dan sound film ini memiliki perbandingan yang cukup jauh, karena memang tahun rilis keduanya pun jauh, dimana Harry Potter dirilis pada tahun 2001 dan Fantastic Beasts dirilis pada tahun 2018. Fantastic beasts jelas lebih unggul jika dilihat dari grafis dan sound, karena memang perkembangan multimedia sudah melesat. Namun, Harry Potter juga tidak kalah menarik, untuk film yang dirilis pada tahun tersebut, grafis dan sound yang digunakan sudah sangat apik dan mampu membawakan cerita menjadi sangat hidup.
Jika dilihat dari jalan cerita, film Fantastic Beasts memang menuai banyak kontroversi, dan cerita berjalan lebih lambat. Sedangkan Harry Potter merupakan film yang sangat digemari pada masa nya, mungkin sampai sekarang pun masih, karena jalan cerita yang memang sangat menarik.
Kedua film ini sangat layak ditonton. Dipastikan penonton tidak bosan menonton berulang karena memang grafis dan soundnya yang membuat betah berimajinasi dan seolah masuk ke film tersebut.



Komentar
Posting Komentar